Syair Hidup V



Pertemuan Kedua
Yaa Allah! Esok adik Hamba menikah, maka berikanlah kepada adik hamba yang terbaik. Dan sayangi kedua orang tuaku, seperti mereka menyanyangi hamba sewaktu kecil juga Yaa Allah ku tak ingin sendiri dalm perjalanan menuju Engkau. Amiin..
Doa sketika dlantunkan Yusuf, setelah sholat dhuhur di Mesjid Kampus Nurul Ilmi. Dia pun bangkit dari tempat duduknya dan melangkahkan kakinya menuju beranda mesjid, seketika langkah kaki yusuf terhenti, dia melihat seorang akhwat yang pernah dia temui pada saat menunggu angkutan kota kemarin.
Yusuf berbisik dlm hati. Siapa sih akhwat itu?
Astaghfirullah,!! Yusuf terkaget, sahabatnya Amir telah ada di depannya.
Antum lagi lihat apa? Ana panggil-panggil antum gak menyahut.
Nggak ada akh! Oh iya!! Kebetulan saya mau menanyakan sesuatu, dan sebaiknya kita berbicara di tempat  lain. Yusuf pun mengalihkan pembicaraan dan mereka pun melangkahkan kaki menuju warung juta rasa depan kampus UNM.
Akhirnya amir berkata lebih duluan, yusuf! Apa yang mau antum katakan sama ana?
Gini akh, antum kan besok akan walimah dengan adik saya.. Memang kamu tahu tanggung jawab setelahnya.? Jawab yusuf sambil mencari kata yang cocok untuk temannya itu.
Seketika amir tertunduk. Iya akh ana tahu itu, mungkin hal ini harus antum tahu.
Apa itu akh? Yusuf bertanya-tanya.
Begini, Saya adalah anak dari pak Andi Abd. Rahman.
Masya Allah, jadi antum yang selama ini membantu saya dalam pembayaran kuliah saya. Yang selama ini, saya tahu pak rahman seorang dermawan yang hanya ingin membantu saya karena prihatin keadaan saya. Bukan, karena ada seseorang yang lebih dermawan lagi di belakangya seperti antum. Yusuf kaget dan kagum kepada sifat temannya tersebut
Iya! Ana melakukan begitu, soalnya ana tahu antum seperti apa, mahasiswa yang ingin mandiri dan tidak mau dicampuri urusan pribadinya. Demikian Amir menjelaskan
Iya! Memang bener sih, gitu! Jadi mobil yang dipake kemarin itu, saat ibu saya sakit. Mobil itu pasti bukan sewaan kan? Tp mbil kamu? Tanya Yusuf dengan dahi sedikit mngerutkan dahinya.
Betul akh! Afwan saya merahasiakan hal ini. Jadi apa pertanyaan antum?
Gak jadi akh, soalx sudah terjawab. Saya hanya mau tanyakan masalah kebutuhan adik ana nanti. Jelas Yusuf agak tersipu malu di wajahnya
Oh gitu! Insya Allah untuk masalah itu, Gak usah khawatir itu karena sudah menjadi tanggung jawabku. Kata Amir agak santai.
Akhirnya amir membri tahu  Yusuf tentang ayahnya adalah Pak Andi Abd.Rahman yang selama ini membntu yusuf dalam pembayaran kuliahnya. Juga pak rahman merupakn seorang pengusaha yang dermawan,dan memiliki banyak relasi di kota makassar ini.
****
Keesokan harinya acara walimah Amir dan adik Yusuf, Aminah pun diselnggarakan di rumahnya yang tidak jauh dari wilayah kampus. Jadi teman-teman kul Amir dan Yusuf bisa leluasa datang ke acara tersebut, terutama yang tinggal dikost (hehe, soalnya klo anak kost biasanya kekurangan makanan, jadi ini kesempatan makan spuasnya ^_*).
Dalam acara pernikahan itu, yusuf membacakan puisi buatan tangannya.
Salam pertmuan cinta
Saat dua pandang dipertemukan
Membuka mata akan keindahan dan keelokan
Ketika perpisahan menyelami jiwa, menghancurkan harapan hati.
Hati mencari-cari, meneliti kegelapan hati.
Ilahi pun tak ingin hati mu sendiri, salam pertmuan di ikrarkan
Maka insya Allah, dia yang terbaik untukmu.

Seketika para hadirin bertepuk tangan, kemeriahan acara menjadikan adik yusuf dan amir itu, seakan ratu dan raja sehari (Emangnya ada yah? hehe ).
***
Seminggu kemudian, saat di belakang auditorium. Yusuf tidak sengaja menemukan sebuah dompet, dan ternyata dompet itu milik dosen yang dia kenal. Dompet itu milik bapak ketua prodinya karena dilihat dari kartu nama di dalamnya, dan tidak jauh dari tempatnya berdiri pak prodi seakan mencari sesuatu. Dan pastinya yang pak prodi cari adalah dompet di tangan yusuf., yusuf pun menyapa pak prodinya itu.
Pak! Cari sesuatu yah pak? Apa barang ini yang bapak cari? Sapa Yusuf
Oh iya! ini Dia dompet yang ku cari dari tadi. Terima kasih yah nak yusuf! Ni! Pak prodi menarik uang dari sakunya untuk yusuf.
Gak usah pak? Saya ikhlas kok bantu bapak.
Kalo gitu terima kasih banyak yah nak!
Sama-sama pak!
Kebetulan bapak buru-buru mau ketemu kepoakan bapak. Jadi saya tinggal dulu yah! Assalamu alaikum!
Waalaikum salam!
Setelah Yusuf berpisah dengan pak prodinya itu, Yusuf pun segera melangkah kakinya menuju mesjid, sesampainya dia melihat adik ipar sekaligus temannya dari jauh, yakni amir!
Assalamu alaikum! Sapa Yusuf
Waalaikum salam, Ee akh yusuf! Dari mana?
Dari rumah aja kok! Mana aminah? Tanya Yusuf
Oh., lagi sholat akh! Kalo antum udah sholat? Kini giliran Amir yang bertanya
Alhamdulillah, Udah koq!
Mm... Bagaimana yah? Amir tampak ragu,
Kenapa amir?
Gak ada kok!
Bilang aja ma kakak iparmu ini. Desak Yusuf
Begini kak, aminah tadi cerita bertemu perempuan yg kakak ceritakan dulu. Jelas Amir memberi tanda Tanya pada Yusuf
Perempuan yang mana? Yang mana yah? Tanya Yusuf agak bingung
Christina Natalia…. Jawab amir dengan nama yang tidak disangka yusuf
Apa? Antum jangan bohong, sama saya.
Ana gak bohong kok sama antum, coba aja antum tanya aminah langsung.
Assalamu alaikum! Salam Aminah kepada keduanya
Waalaikum salam! Serentak keduanya menjawab
Akhirnya aminah datang menyapa keduanya. Aminah pun bercerita, tentang pertemuannya dengan christ. Ternyta christ sudah menjadi muallaf, dan sekarang memakai jilbab. Yusuf tertegun. Awalnya aminah gak percaya tapi hal itu kenyakinan itu bertambah saat disapanya wanita itu.
Agak gugup pun yusuf menggerakkan lidahnya seakan tak percaya. Jadi nama christ sekarang siapa? Tanya Yusuf karena Ingin tahunya yusuf mulai mncul.
Kalo tidak salah sih, nama kakak christ sekarang itu Andi Nurrachmah.
Oh gitu yah! Yusuf merenung senyap.
Setelah Aminah bercerita, dia pun minta izin kepada kakak dan suaminya itu. Aminah dan amir gak pulang bersama, soalnya ada pertemuan syuro lembaga dakwah di kampus. Berhubung hari itu mesjid dipakai organisasi dakwah lain, maka tempat syuro dipindahkan ke gazebo kampus. Sebelum syuro dimulai, yusuf tidak sengaja melihat ke barisan akhwat, dan ternyata akhwat yg ia lihat pas minggu lalu saat antri angkot juga ada dalam syuro itu, dan pada saat syuro dimulai. Akhwat itu diperkenalkan oleh moderator syuro, namanya andi Nurrachmah, seketika yusuf terperanjak. Amir kebingungan, ternyata orang yang dicritakan yusuf dulu berbanding terbalik dengan yang sekarang ini. Bukan hanya wanita berpegang teguh pada nilai Islam, tapi wanita itu muslimah yang anggun dengan jilbabnya.
Masya Allah!
Tapi di lain pihak, yusuf berucap dalam hati. Yaa Allah, apa maksud pertemuan ini..? ku tak dapat menyangka akan ketentuan-Mu ini..? Apa maksud semua ini?

Akhirnya yusuf dipertemukan dengan sosok yang ingin ia hapus dari pikirannya, apa gerangan dengan wanita itu? Kenapa dia datang di hadapan seorang yusuf. Mau tahu? Baca lembaran selanjutnya, key! ^_^
                        ===

0 komentar:

Posting Komentar