Syair Hidup IV



Pertemuan Pertama
Astaghfirullah.., di mana angkot yang tadi? Itu dia...!!! teriak Yusuf sambil ngos-ngosan.
Hari ini dia terlambat ngampus, tapi angkotnya tetep tancap gas. Yaa mau giman lagi, yusuf telat juga. Astaghfirullah! Koq angkotnya gak nunggu saya? Telat lagi deh!
Ternyata ada seseorang yang di belakang yusuf, yang sama-sama terlambat. Seketika yusuf berbalik, ternyata seorang akhwatdengan kerudung besar, yusuf langsung tertunduk dan diam. Seperti lagu D’Nasib deh diam tanpa kata, eh salah D’Masiv maksudnya. Kemudian mata yusuf tertuju pada pin tas akhwat itu. Ternyata pin itu bergambar logo tempat kuliahnya juga.
Oh....!!! sama tempat kuliahnya dengan saya....!!! Yusuf berkesimpulan dalam hati.
Siapa yah akhwat ini? Soalnya gak pernah saya lihat sebelumnya, ditambah lagi akhwat ini agak pucat pas melihat saya, mang saya kayak setan yah? Yusuf bertanya-tanya terus...
Ping! Ping! Ternyata mobil udah datang, dua lagi...!!!
Yusuf naik di mobil pertama, dan ternyata akhwat itu sengaja naik di mobil kedua. Seakan-akan menjauhi Yusuf.
Waduh..!!! Siapa akhwat itu? Yusuf tambah pusing, pertayaannya terus bertambah dalam  hati.
Astaghfirullah, jagalah hati jangan kau nodai! Yusuf bersenandung dalam hati agar lebih tenang. Kayak uztad Opick aja.... hehehe
***
Sesampai di kampus, ternyata amir telah menunggunya. Amir seketika mengajak yusuf ke gazebo. Tempat ngumpul mereka, katanya amir mau cerita.
Yusuf! Saya bingung di mana mulai ceritanya. Amir memulai pembicaraan dengan teka-teki
Yaa cerita aja dari awal ampe akhir! Hehe. Jawab yusuf dengan nyantai
Akh! Jangan gitu dong, ini penting sekali! Dan berhubungan dengan masa depan saya. Amir menyakinkan keseriusannya kepada Yusuf
Iya! Iya! Apa maksudmu kah? Tanya Yusuf agak gugup dengan ciri khas makassar
Gini! Yusuf, kemarin saya gak sengaja menelpon nomor mu yang lama. Ternyata adikmu yang akhwat yang angkat..... Penjelasan Amir agak tertahan dengan kata-katanya...
Maksud atum apa sih? Yusuf tambah bingung dengan sahabatnya
Akh! Ana mau mengkhitbah adiknya antum! Akhirnya amir mengutarakan maksudnya ke Yusuf.
Oh.....!! Gitu toh..!! Jawab  yusuf  dengan santai
Saya tahu kok ini agak mendadak, tapi kok antum santai sekali? Amir menambahkan yang agal bingung dengan sifat temannya.
Amir! Saya tahu maksudnya antum, adik saya memang udah cukup umur untuk nikah. Dengan pendidikan yang cukup, walaupun dia baru satu tahun lulus SMA, dengan ijazah diploma 1 dari STMIK Dipanegara. Tapi gimana yah? Antum belum pernah melihat adikku, juga Adik saya itu, cukup sulit ditebak. Yusuf Menjelaskan
Jadi kamu tak setuju toh? Amir agak lesuh bertanya dengan logak jawanya
Gak kok amir! Saya setuju aja, tapi itu terserah adik saya... Yusuf menjelaskan kembali.
Emm! Insya Allah bisa!! Ucap Amir agak bersemangat.
Oh iya akh! Kalo antum mau ketemu adik saya, datang aja ke rumah tante saya sebentar malam. Okey! Yusuf memberi peluang bagus untuk amir.
Insya ALLAH, ana datang! Amir tambah semangat aja!
*****
Malam pun tiba, Amir benar datang ba’da maghrib di rumah tante jannah. Kemudian yusuf dan amir ngobrol di beranda  rumah, seketika tante jannah mengintip dari jendela. Melihat calon dari keponakannya itu, kemudian masuk ke dalam dapur untuk melihat aminah.
Aminah! Koq tehnya lama sekali dibuatnya? Tante jannah menegur keponakannya, soalnya tamunya sudah dating dari tadi eh tehnya belum dating-datang.
Udah selesai tante, bahkan udah dari tadi selesainya. Jawab aminah dgn suara brgtr.
Melihat hal itu, Tante Aminah tahu kalau keponakannya itu agak tegang,
Tenang aminah! Tante tahu keadaan aminah sekarang, tapi Aminah harus tahu kalau hal ini merupakan hal yg insya Allah semua hamba Allah, Insya Allah pasti akan melewati hal ini. Ingat Nabi Muhammad SAW bersabda, bahwa pernikahan akan mencukupkan Dien Hamba-Hamba Allah, Key! Tante jannah m'coba menenangkan Aminah.
Iya tante! Saya Mengerti, insya Allah! Jawab Aminah mulai tenang.
Kalo begitu, bawa cepat minumannya keluar!. Kakakmu dan tamunya sudah menunggu dari tadi, cepat sana!. Perintah tante Jannah.
Akhirnya jannah dan amir bertemu, tiba-tiba handphone yusuf berdering. Ternyata bapak kandung Yusuf  yang menelepon dan menyampaikan bahwa ibu yusuf masuk rumah sakit, dan malam itu juga harus berangkat ke maros. Tapi satu kendala muncul, kendaraan gak ada. Mobil yang selama ini yang ada di rumah tante jannah dipake oleh Suaminya keluar kota. Yusuf tambah bingung, dan melihat hal itu amir mencoba menenangkan.
Ba'da Isyah kita berangkat, Okey!
Tapi,...!! Yusuf tertegun.
Serahkan semuanya itu sama sya!!! Amir menyanggupi.
Saya gak enak sama antum!! Ucap yusuf seketika
Gak usah begitu, kita kan sahabat! Maklumkan kalau saya membantu, Yuk kita sholat, setelah itu kita menjenguk ibunya antum.. Amir mencoba menyakinkan yusuf
Shalat isyah pun dilaksanakan, dan setelah sholat isyah, tiba-tiba sudah ada mobil kijang di depan rumah tante jannah.
Yusuf kaget. Mobil siapa nih?
Itu mobil sewaan saya..!! jawab Amir sekejap menagetkan Yusuf kembali.
Ternyata Amir telah menyiapkan kendaraan untuk pemberangkatan menuju rumah sakit. Syukran Amir! Ucap Yusuf kepada Temannya itu.
Gak ada apa-apa akh! Kita kan sahabat! Jawab Amir spontan
Akhrnya malam itu juga, telah sampailah mereka di rumah sakit Salewangang Maros. Ibu yusuf sudah dirawat, dan bapak yusuf telah ditenangkan oleh yusuf, dan sekarang telah ditemani Aminah.
Di sudut ruangan, yusuf dan Amir berbincang.
Amir! Antm jujur sama ana! Seru Yusuf
Kenapa akh? Tanya Amir
Antum jujur mau mengkhitbah adik saya? Yusuf berbalik bertanya kepada Amir
Insya Allah! Tp...? Amir memotong kata-katanya
Kenapa Amir? Tanya Yusuf agak bingung
Saya mau orang tua kamu dan Aminah yang mengatakan jawabannya kepada ana langsung, dan saya akan datang kerumahmu setelah kondisi orang tuamu membaik. Jelas Amir
Amiin! Mata Yusuf berbinar dan bertambah yakin dengan pilihannya untuk adiknya.
****
Setelah dua minggu, keadaan ibu yusuf sudah membaik. Dan akhirnya tibalah waktu untuk jawaban pengkhitbaan amir terhadap aminah. Ayah dan ibu yusuf, telah duduk di ruang tamu rumah tante jannah, tante jannah telah mendampingi aminah di dekat orang tuanya. Yusuf n amir duduk berdampingan.
Oh...!! Inikah nak amir, yg sdh mengkhitbah anak saya melalui yusuf? Tanya bapak yusuf.
Iya Pak! Jawab amir agak tegang.
Dalam hal ini, kami kedua orang tua aminah menyerahkannya langsung kepada aminah, karena ini berhubungan dengan masa depannya! Bagaimana nak? Bpk yusuf memberikan jawaban pertanyaan amir pd anaknya Aminah.
Seketika aminah, meneteskan air matanya. Ayah ibu! Jawaban ini, bg anakmu sangat sulit. Bukan masalah saya tidak mau, akh amir sangat baik. Tp k'yusuf blm nikah... Jadi
Jangan begitu dek! Yusuf memotong kalimat adiknya itu. Pernikahan itu sunnah Nabi maka harus dilaksanakan dan wajib, dan Insya Allah setiap manusia pasti akan mengalaminya. Yusuf menyakinkan adiknya.
Aminah terlihat linglung. Kakak Yusuf, Bapak, Ibu... Dengan mengharap ridho Allah Ta’ala lamaran dari akh Yusuf dengan ini saya terima...!!
Alhamdulillah...!! Seketika ruang tamu membahana.
Akhirnya Amir dan aminah akan walimah, waktu dan tempat telah ditentukan malam itu juga. Namun, yusuf dalam hati yusuf memiliki tanda tanya besar pada sahabatnya itu... Walaupun selama ini sahabatnya itu, seakan tidak memiliki rahasia apapun padanya.
Demikian pertemuan yang  memunculkn Cinta dalam hati setiap orang, kadang cinta membingungkan kepada setiap insan. Datang begitu saja, merebak ke dalam pikiran manusia. Walaupun hanya suara yang terdengar, ataupun rupa terlihat sepintas. Cinta itu langsung merasuk begitu saja. Begitu cepat hal itu terjadi, namun tetap saja cinta hakiki tetap pada Allah Sang Maha Pengasih. Mencintai dan membenci hanya karena Allah Ta’ala.
=====

0 komentar:

Posting Komentar