Syair Hidup VIII



Perpisahan
Surat apa ini kak?
Apa yah dek?
Ini?
Siapa yang bawa surat ini?
Kakak yang pegang pas kecelakaan tadi. Jelas Aminah
Iya kah? Mana amir? Panggil ke sini dulu! Pinta yusuf.
Namun, amir telah berdiri dengan kedua orang tua yusuf. Selama yusuf pingsan, amir langsung ke maros mengambil kedua mertuanya. Ia tak ingin ada kegelisaan di wajah keduanya, ia pun sempat ke rumah tante jannah. Tapi tante jannah gak bisa, karena di rumahnya tidak ada yang bisa untuk jaga rumah soalnya suaminya masih ada di luar kota.
Nak! Gimana kejadiannya? Tanya ibu yusuf dengan mata berkaca-kaca.
Jangan menangis bu! Ini hanya luka kecil bu...!! Jawab yusuf mencoba menenangkan ibu tercintanya itu.
Kamu tuh nak jangan gitu, ibumu udah khwatir loh. Kata bpk yusuf.
Iyah udah lah pak bu! Ini udah cobaan buat saya yang menandakan Allah masih menyanyangi saya. Jawab Yusuf mencoba menenangkan kedua orangtuanya itu lagi.
Iya ya nak! Tetep sabarnya! Kata kedua orangtuanya..
)( Kdua ortu yusuf n aminah, mnuju ruang tmu. Yusuf n amir brbncng tntng surat yg brltar warna orange itu.
Sypa yg ksh surat ini? Tnya yusuf smbl mnunjk keatas mja.
Antm yg pgang sndri kok pas kclakaan?
Iya kah mri sya bca. Perintah Yusuf
Yusuf pun mbuka amplop surat itu, trnyata ddlmx trdpt foto kecil antara yusuf n christ alias rachmah. Yg isinya:
Makassar, 12 juni 2008
Buat akh yusuf
di tempat
Assalamu alaikum, wr.wb.
Hdp manusia kdng tak sesuai dgn keingnan mreka.. Mgkn itulah yg trjdi diantra kta, dlu sya tak pernah menyadari sypa driq. Q jalni hdp tnpa mnydri skelilng q, akhrx q dpt jaln lurus itu. Kini kw dhdpku, brdrai tetsn air dr mataq. Semua ini tlah trjadi, aq tk dpt menolak lg. Mgkn kan ada bunga yg kan mnghiasi hrimu, tp itu bkan Ana!
Wasalam!
Ttd

Andi Nurrachmah

Kepala yusuf trtnduk n diam, amir seakan patng ddpn yusuf saat itu.
Yah udahlah... Insya Allah aja! Akhrx yusuf b ucp. Di dalam hatinya mengucap semoga bunga itu cepat dia temukan Amin
Apa yah Insya Allah?
Nggak ada koq, gak usah akh! Itu rahasia, senym tpis pun mncul dwajah yusuf ddpn shbtx itu.
Trserah antm dah! Istrht dulu aja. Sbntr malam sya antr antm krmh tante jannah! Key!
Insya Allah! Jwb yusuf agak semangat.
Hari ini yusuf, bingung akan hdpx. Org yg ia tnggu slama ini,akan mnikah. Sdkt trbrsik dalam htinya 'bkan jdohx kali' yah itulah yusuf gak pernh trtinggal senym dwajahx n semangat dhtinya. Yusuf mulai brtanya2 dalam htinya sypa yg kan mengisi relung htinya, (so romantis hehe) kdng perpsahan ini menjadi luka bgx tp kdng mnjadi hkmah sndri bgx.
Kadang kenyataan gak sesuai dgn khayalan manusia.
Akhrnya hr pernikahan chris ato rachmah tba, yusuf gak bs datng. Karna t4 resepsi pernikahan jauh dr makassar, sktran sulawesi tenggara apa lagi ditambah dengan luka di kakinya yang belum sembuh.
Dalam hti kecil yusuf brdoa.
"Yaa Allah, mgkin dy bkan jdoh q yaa Allah! Q tak ingnkan lbh dr Mu, q ikhlaskan hti q u/Mu. Dan brikanlah yg trbaik u/q dr Mu. Amin"
Dalam stiap pertmwn pasti ada prpshan, mgkn yusuf n rachmah gak sejodoh. Akankan kisah yusuf kan brkhr dgn ksedihannya, tanpa pengsi lubng hti seperti kta Letto hehe. Mw thu ksah slanjtnya, bka lmbran slanjtnya.^_^
====

Syair Hidupo VII



Goresan Hati
Semenjak pembicaraannya dengan rachmah, yusuf menjadi bingung akan dirinya. Dia melangkah seakan tak tahu arah, di hadapnya yang selalu sibuk dengan kuliahnya. Kini mulai terusik akan suatu hal yang tak mampu ia lukiskan, di hadapnya sekarang berdirilah sahabatnya amir yang seakan bingung melihat yusuf, sahabatnya tersenyum sendiri.
Kenapa amir?
Sebenarnya ana yang bertanya padamu yusuf, kamu kenapa?
Gak koq! Cuman....
Cman kenapa? Terkah Amir yang tambah jengkel
gak ada akh!
Kalo gtu cepat!
Kenapa harus cepat?
Antum itu gak bisa dibilangin, pak prodi lagi nunggu kamu di ruangannya.
Oh... Apa?!?! Seketika gaya santai yusuf berubah kaget
iya cepat sana! Ana mau kembali ke rumah dulu, adek antum udah nunggu saya. Dan jangan lupa, datangnya sebentar sore di rumah.
Iya! Insya Allah Syukran atas infox, hati-hati!
Yup! Assalamu alaikum!
Waalaikum salam!
Yusuf bersegera berangkat keruangan pak prodi. Sesampainya, Pintu langsung terbuka, yusuf terkaget ternyata pak prodi bersama rachmah.
Assalamu alaikum! Sapa yusuf kepada keduanya.
Waalaikum salam! Oh nak yusuf, kebetulan kamu datang tepat waktu.
Kenapa bapak memanggil saya?
Nih ada undangan keponakan saya untuk kamu,  tiga minggu lagi keponakan saya mau menikah. Oh iya! kenalkan ini keponakan saya, Andi Nurrachma..
Kaget dan sekaget-kagetnya yusuf gak nyangka bahwa keponakan pak prodi adalah Rachmah, ditambah lagi rachmah adalah keponakannya yang mau menikah.
Seketika yusuf tertunduk, oh gitu yah pak! Saya sudah kenal kok keponakan bapak.. Jawab yusuf tidak bersemangat.
Alhamdulillah kalo gitu. Datangnya nak?
Insya Allah pak,..
Baguslah kalo gitu..
Tanpa berpikir panjang lagi, yusuf mohon diri pergi. Dengan undangan itu dan Brita ini seakan mengacau hati yusuf. Langkah yang tadi semangat, menghilng sekejap. Esok gak tahu lagi apa yang kan terjadi? Namun, terpercik dalam hati yusuf.
Ini bukan akhir segalanya, tetap Semangat!
Langkahnya segera menuju mesjid kampus, dia ingin menenangkan dirinya. Dia pun sholat dua rakaat dan terbaring dalam Istrahat siangnya. Walau hanya mesjid, namun bagi yusuf adalah tempat terbaik bagi yusuf.
****
Sore hari atas janjinya, dia segera berjalan kaki untuk berangkat ke rumah baru adiknya dan amir. yusuf tak tahu lagi berkata apa lagi, pas menyebrang jalan dia tertabrak mobil. Kaki dan tangannya lecet dan berdarah, mobil yang menabraknya kabur. Yusuf pingsan dan Amir tak sengaja melihatnya dan membawa ke rumahnya.
Mata yusuf akhirnya terbuka, di hadapnya telah terlihat wanita memakai jilbab. Rachmah? Terka yusuf
Bukan kak! ini saya aminah. Ternyata kakak udah siuman.
Di mana saya?
Di rumah adek kak! Jangan banyak gerak dulu kak!
Owgh! Aduh sakit!
Tuh kan sakit?
Iya-iya! Ambilkan minum dong!
Nih kak!
Kenapa kak? Kok kakak tampak gak ceria hari ini?
Ditanya lagi, nih! Yusuf mprlhtkan luka2x.
Bukan! Kakak pasti punya masalah!s
Ketahuannya?
Ya iyalah, kakak adalah saudara saya, pasti saya thu kalo kakak ada apa-apa. Cerita dong kak! Pinta Aminah
Iya-iya! Rachmah mau walimah tiga minggu lagi.
Mmm, gtu yah! Pantes! Kakak cemberut gitu, tetep sabar yah kak.
Iya dek! Walaupun gitu harus semangat, Aduh! Tangan yusuf terbentur meja.
Tuh kan! Jangan banyak gerak kak, luka kakak belum kering...!! Sekejap aminah geram melihat kakaknya, lagi terluka tapi banyak gerak ( wah! Wah! Overaktif banget sih?!?! Eitz, salah! Hyperaktif maksudnya. Heheh) Tapi dari wajah Aminah terlihat gelisah yang. prihatin dengan masalah kakaknya, kakaknya memungkri kata hatinya. Aminah hanya mampu memberi semangat...
Akan kah hati yusuf kan tertamba?, namun ada surat terselip dibawa undangan pernikahan rachmah. Surat apa kah itu? Apa kah surat ini penjawab teka teki? Mau tahu surat ini, yuk bukan lembarannya lagi.^_^
===

Syair Hidup VI



Reuni Hidup
Sejak pertemuan dengan Christ, yang sekarang yakni rachmah. Yusuf seakan mimpi akan apa yang dilihatnya, seakan tak percaya dengan semua itu. Dan kini yusuf berdiri di beranda rumah baru adiknya yakni rumah amir suami adiknya. Dia sedang menanti rachmah, sekali-kali dia duduk dan berdiri lagi. Yusuf tak sabar bertemu rachmah, untuk menanyakan semua pertanyaan dalam pikirannya.
Tenanglah dikit kak! Ucap aminah mencoba menenangkan kakaknya. Aminah yang dari tadi duduk di samping kakakny seakan gak diperdulikan oleh yusuf. Akhirnya rachmah datang, mengucapkan salam pada keduanya. Mereka pun duduk, suasana beranda rumah amina menjadi hening.
Afwan saya terlambat! Ucap rachmah agak tertunduk.
Gak pa-pa kok! Jawab yusuf agak kaku
Oh iya! kata aminah akh yusuf mau bicara dengan saya.? Pa betul?
Iya memang betul, saya mau menanyakn semua hal tentang christ, maaf rachmah selama ini. Sehingga..... ? Kata-kata yusuf terputus.
Oh! Sya mengerti kata- kata akh yusuf., baiklah saya kan cerita dan untuk dek aminah, ini bisa jadi referensimu adek.
Iya kak! Insya Allah! Jawab aminah
Gini, semenjak saya lulus dari SMP bersama akh yusuf. Saya kembali ke kampung halaman bersama om dan tanteku di bone, tapi sesampainya. Keluarga saya, sudah pindah rumah ke bulukumba. Saya pun menyusul ke sana, dan akhirnya ku bertemu dengan keluargaku. Kemudian aku disekolahkan ke sman 1 bulukumba, dan pada suatu hari pulang sekolah angkot yang saya kendarai kecelakaan. Sopir dan penumpang lainnya, luka-luka. Hanya saya yang trluka parah, kesadaranku masih bisa saya jaga. Sampai akhirnya di ruang ugd, setelah itu ku tak sadarkan lagi. Namun tak berapa lama kemudian, pendengaran ku seakan tersapa oleh suatu lantunan, lantunan yang selama ini tak pernah ku dengarkan sebelumnya. Mataku pun terbuka dan dihadapku telah ada seorang wanita dengan kain memanjang di kepalanya. Ternyata sepupu saya, annisa telah menjagaku selama sakit. Melihat kesadaranku, sepupuku memanggil dokter. Dan saya pun dikatakn telah mempunyai kondsi baik dan besok bisa pulang ke rumah. Kepulangan ku tak langsung ke rumah ku, namun ku dirawat dirumah pamanku atas izin kedua orangtuaku. Yang kebetulan dekat dari sekolahku, jadi selama ku dirawat sepupuku. Saya bisa leluasa pergi sekolah. Mungkin karena selalu bersama spupuku yang muslimah akhirnya aku pun mengucapkan syahadat.
Mmm... Yusuf mengerutkan dahinya. Wah panjang juga yah ceritanya... Alhamdulillah aja, jika Allah membuka hidayahNYA. Allah memang tak ingin hambaNYA tersesat di dunia buatannya ini. Apa lagi untuk di akhirat nanti?
Iya akh! Ana cukup bersyukur bisa berIslam, seperti sekarang ini. Jelas Rachmah
Aminah seketika masuk ke dalam rumah untuk membuat teh dan membawanya ke beranda ke tempat pembcraan yusuf dan rachmah. Yusuf dan rachmah seakan reuni kembali dengan masa lalu mereka... Namun dalam benak Yusuf mulai memkirkan satu hal, yang telah menjadi rahasianya selama ini.
Mungkin kah satu hal itu bisa trcpai?? atau tak terjadi sama sekali?
Let's read!
===

Syair Hidup V



Pertemuan Kedua
Yaa Allah! Esok adik Hamba menikah, maka berikanlah kepada adik hamba yang terbaik. Dan sayangi kedua orang tuaku, seperti mereka menyanyangi hamba sewaktu kecil juga Yaa Allah ku tak ingin sendiri dalm perjalanan menuju Engkau. Amiin..
Doa sketika dlantunkan Yusuf, setelah sholat dhuhur di Mesjid Kampus Nurul Ilmi. Dia pun bangkit dari tempat duduknya dan melangkahkan kakinya menuju beranda mesjid, seketika langkah kaki yusuf terhenti, dia melihat seorang akhwat yang pernah dia temui pada saat menunggu angkutan kota kemarin.
Yusuf berbisik dlm hati. Siapa sih akhwat itu?
Astaghfirullah,!! Yusuf terkaget, sahabatnya Amir telah ada di depannya.
Antum lagi lihat apa? Ana panggil-panggil antum gak menyahut.
Nggak ada akh! Oh iya!! Kebetulan saya mau menanyakan sesuatu, dan sebaiknya kita berbicara di tempat  lain. Yusuf pun mengalihkan pembicaraan dan mereka pun melangkahkan kaki menuju warung juta rasa depan kampus UNM.
Akhirnya amir berkata lebih duluan, yusuf! Apa yang mau antum katakan sama ana?
Gini akh, antum kan besok akan walimah dengan adik saya.. Memang kamu tahu tanggung jawab setelahnya.? Jawab yusuf sambil mencari kata yang cocok untuk temannya itu.
Seketika amir tertunduk. Iya akh ana tahu itu, mungkin hal ini harus antum tahu.
Apa itu akh? Yusuf bertanya-tanya.
Begini, Saya adalah anak dari pak Andi Abd. Rahman.
Masya Allah, jadi antum yang selama ini membantu saya dalam pembayaran kuliah saya. Yang selama ini, saya tahu pak rahman seorang dermawan yang hanya ingin membantu saya karena prihatin keadaan saya. Bukan, karena ada seseorang yang lebih dermawan lagi di belakangya seperti antum. Yusuf kaget dan kagum kepada sifat temannya tersebut
Iya! Ana melakukan begitu, soalnya ana tahu antum seperti apa, mahasiswa yang ingin mandiri dan tidak mau dicampuri urusan pribadinya. Demikian Amir menjelaskan
Iya! Memang bener sih, gitu! Jadi mobil yang dipake kemarin itu, saat ibu saya sakit. Mobil itu pasti bukan sewaan kan? Tp mbil kamu? Tanya Yusuf dengan dahi sedikit mngerutkan dahinya.
Betul akh! Afwan saya merahasiakan hal ini. Jadi apa pertanyaan antum?
Gak jadi akh, soalx sudah terjawab. Saya hanya mau tanyakan masalah kebutuhan adik ana nanti. Jelas Yusuf agak tersipu malu di wajahnya
Oh gitu! Insya Allah untuk masalah itu, Gak usah khawatir itu karena sudah menjadi tanggung jawabku. Kata Amir agak santai.
Akhirnya amir membri tahu  Yusuf tentang ayahnya adalah Pak Andi Abd.Rahman yang selama ini membntu yusuf dalam pembayaran kuliahnya. Juga pak rahman merupakn seorang pengusaha yang dermawan,dan memiliki banyak relasi di kota makassar ini.
****
Keesokan harinya acara walimah Amir dan adik Yusuf, Aminah pun diselnggarakan di rumahnya yang tidak jauh dari wilayah kampus. Jadi teman-teman kul Amir dan Yusuf bisa leluasa datang ke acara tersebut, terutama yang tinggal dikost (hehe, soalnya klo anak kost biasanya kekurangan makanan, jadi ini kesempatan makan spuasnya ^_*).
Dalam acara pernikahan itu, yusuf membacakan puisi buatan tangannya.
Salam pertmuan cinta
Saat dua pandang dipertemukan
Membuka mata akan keindahan dan keelokan
Ketika perpisahan menyelami jiwa, menghancurkan harapan hati.
Hati mencari-cari, meneliti kegelapan hati.
Ilahi pun tak ingin hati mu sendiri, salam pertmuan di ikrarkan
Maka insya Allah, dia yang terbaik untukmu.

Seketika para hadirin bertepuk tangan, kemeriahan acara menjadikan adik yusuf dan amir itu, seakan ratu dan raja sehari (Emangnya ada yah? hehe ).
***
Seminggu kemudian, saat di belakang auditorium. Yusuf tidak sengaja menemukan sebuah dompet, dan ternyata dompet itu milik dosen yang dia kenal. Dompet itu milik bapak ketua prodinya karena dilihat dari kartu nama di dalamnya, dan tidak jauh dari tempatnya berdiri pak prodi seakan mencari sesuatu. Dan pastinya yang pak prodi cari adalah dompet di tangan yusuf., yusuf pun menyapa pak prodinya itu.
Pak! Cari sesuatu yah pak? Apa barang ini yang bapak cari? Sapa Yusuf
Oh iya! ini Dia dompet yang ku cari dari tadi. Terima kasih yah nak yusuf! Ni! Pak prodi menarik uang dari sakunya untuk yusuf.
Gak usah pak? Saya ikhlas kok bantu bapak.
Kalo gitu terima kasih banyak yah nak!
Sama-sama pak!
Kebetulan bapak buru-buru mau ketemu kepoakan bapak. Jadi saya tinggal dulu yah! Assalamu alaikum!
Waalaikum salam!
Setelah Yusuf berpisah dengan pak prodinya itu, Yusuf pun segera melangkah kakinya menuju mesjid, sesampainya dia melihat adik ipar sekaligus temannya dari jauh, yakni amir!
Assalamu alaikum! Sapa Yusuf
Waalaikum salam, Ee akh yusuf! Dari mana?
Dari rumah aja kok! Mana aminah? Tanya Yusuf
Oh., lagi sholat akh! Kalo antum udah sholat? Kini giliran Amir yang bertanya
Alhamdulillah, Udah koq!
Mm... Bagaimana yah? Amir tampak ragu,
Kenapa amir?
Gak ada kok!
Bilang aja ma kakak iparmu ini. Desak Yusuf
Begini kak, aminah tadi cerita bertemu perempuan yg kakak ceritakan dulu. Jelas Amir memberi tanda Tanya pada Yusuf
Perempuan yang mana? Yang mana yah? Tanya Yusuf agak bingung
Christina Natalia…. Jawab amir dengan nama yang tidak disangka yusuf
Apa? Antum jangan bohong, sama saya.
Ana gak bohong kok sama antum, coba aja antum tanya aminah langsung.
Assalamu alaikum! Salam Aminah kepada keduanya
Waalaikum salam! Serentak keduanya menjawab
Akhirnya aminah datang menyapa keduanya. Aminah pun bercerita, tentang pertemuannya dengan christ. Ternyta christ sudah menjadi muallaf, dan sekarang memakai jilbab. Yusuf tertegun. Awalnya aminah gak percaya tapi hal itu kenyakinan itu bertambah saat disapanya wanita itu.
Agak gugup pun yusuf menggerakkan lidahnya seakan tak percaya. Jadi nama christ sekarang siapa? Tanya Yusuf karena Ingin tahunya yusuf mulai mncul.
Kalo tidak salah sih, nama kakak christ sekarang itu Andi Nurrachmah.
Oh gitu yah! Yusuf merenung senyap.
Setelah Aminah bercerita, dia pun minta izin kepada kakak dan suaminya itu. Aminah dan amir gak pulang bersama, soalnya ada pertemuan syuro lembaga dakwah di kampus. Berhubung hari itu mesjid dipakai organisasi dakwah lain, maka tempat syuro dipindahkan ke gazebo kampus. Sebelum syuro dimulai, yusuf tidak sengaja melihat ke barisan akhwat, dan ternyata akhwat yg ia lihat pas minggu lalu saat antri angkot juga ada dalam syuro itu, dan pada saat syuro dimulai. Akhwat itu diperkenalkan oleh moderator syuro, namanya andi Nurrachmah, seketika yusuf terperanjak. Amir kebingungan, ternyata orang yang dicritakan yusuf dulu berbanding terbalik dengan yang sekarang ini. Bukan hanya wanita berpegang teguh pada nilai Islam, tapi wanita itu muslimah yang anggun dengan jilbabnya.
Masya Allah!
Tapi di lain pihak, yusuf berucap dalam hati. Yaa Allah, apa maksud pertemuan ini..? ku tak dapat menyangka akan ketentuan-Mu ini..? Apa maksud semua ini?

Akhirnya yusuf dipertemukan dengan sosok yang ingin ia hapus dari pikirannya, apa gerangan dengan wanita itu? Kenapa dia datang di hadapan seorang yusuf. Mau tahu? Baca lembaran selanjutnya, key! ^_^
                        ===