Harga terjangkau dengan fitur Smartphone Merek Ternama (Smartfren Andromax C dan Samsung Galaxy Star)

Kualitas dan nama terkenal sebuah barang sangat mempengaruhi sifat pembeli, itulah yang saya pelajari ketika masih kuliah. berkaitan tentang Smartfren Andromax C dan Samsung Galaxy Star. Smartfen dan Samsung merupakan label atau merek hape android yang ada di indonesia. Persaingan yang unik dengan kelebihan masing-masing, kali ini sedikit membahas tentang Adromax C dari smartfren dan GalaxyStar dari Samsung.

Dari segi dimensi GalaxyStar memiliki dimensi yang lebih kecil dan mudah dikantongi namun untuk Andromax C memiliki dimensi yang lebih besar sehingga bagi penggemar Game dimensi Andromax C sangat menjadi idaman dengan harga yang tak jauh beda dengan Samsung Galaxy Star.

Dari Segi penggunaan kartu sama-sama dua kartu, namun Andromax C mewajibkan penggunaan kartu Smartfren sedangkan Samsung Galaxy lebih flexibel dengan kartu Gsm apapun. Namun kelebihan Smarfren pada penggunaan jaringan Evdo yang setingkat dengan 3G dibanding GalaxyStar yang hanya menggunakan 2G sehingga dari segi jaringan Smartfren memiliki kelebihan untuk penggunaan jaringan internet. Incaran bagi penggunaan sosial media, dan pengguna game.

Dari Segi Baterai, dan Kamera dari keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.
hal ini bisa dilihat fitur dan harga yang diberikan. Sehingga sangat wajar dengan adanya perbedaan harga antara andromax C dengan GalaxyStar, adapun saran untuk kawan-kawan sekalian jika ingin memiliki hape yang mini dan mudah dikantongi silahkan memilih GalaxyStar sedangkan bagi penggemar game dan media sosial yang ingin memiliki hape smartphone dengan harga terjangkau anda bisa memilih Andromax C.

Jadi sudah terlihat kelebihan dan kekurangan, namun menjadi hal yang wajar jika alasan memilih itu ada di tangan anda. Terima Kasih


Untukmu Sahabat

Hari itu, saat kami kelas 3 SMA di acara ospek siswa baru. Kami dinobatkan sebagai pasangan terimut. Tepatnya di pertengahan tahun 2007, itu awal kami saling mengenal satu sama lain yang dulunya hanya sekedar saling melihat. Mungkin wajah yang baby face, terimut? Kadang hal itu membuat ku tertawa dalam hati, itu moment yang membuat kami sangat lucu di depan junior kami. Panggillah namanya Dian Sabrina, yang awalnya saya hanya mengenal nama bahkan kadang bingung karena di sekolah kami ada dua dian yang berbeda. Namun sama-sama kelas IPA, itulah mengapa kebingungan muncul hanya karena nama yang sama.
Tak terasa kami pun tamat dari sekolah kami, saya tidak berjumpa lagi dengannya. Dian yang lucu dan cerewet itulah karakter yang membuat banyak sahabatnya yang sulit melupakan karakter satu ini, karakter yang membuat orang selalu tersenyum dikala yang lain sedih. Jujur saya tidak pernah melihat ia sedih, walau tak jarang saya melihatnya saat SMA bermain lelucon dengan yang lain dan kadang membuatnya Illfeel sebagian orang, namun di luar dugaan ia hanya menganggap itu candaan belaka.

Sampailah suatu saat saya pulang kuliah,  naik angkot dan turun di salah satu persimpangan jalan depan kampus unhas. Saya telah melihatnya dari jauh, ketika turun dari angkot saya hanya berpura-pura tak mengenalnya. Tapi di luar dugaan dia mengenaliku, namun lupa namaku walau awalnya saya juga mengalami hal yang sama. Kami pun naik angkot trayek yang sama, dalam perjalanan saling menanyakan kabar dan mengingat masa lalu saat ospek di kelas 3 kami. Kami saling menertawai masing-masing, yah sekedar candaan. Sampailah saya di persinggahan jalan masuk rumahku, kami pun berpisah dan sejak saat itu saya tak bertemu lagi. Karena 2 pekan kemudian saya mendengar kecelakaan yang menimpa sahabatku itu, awalnya saya tidak percaya namun ketika yang lain mengabarkan berita yang sama barulah saya percaya. Rasa kehilangan seorang sahabat begitu terasa, bahkan keberadaannya masih terasa sampai saat ini. Wajahnya masih saya ingat, semejak pertemuan di mobil angkot itu.

Setelah kecelakaan itu, beberapa pekan kemudian barulah saya tahu kalo setiap kami semua sahabatnya bertemu Dian Sabrina sebelum kecelakaan itu terjadi. Saya yakin Allah sengaja mempertemukan kami semua dengan beliau, walau itu terakhir kalinya. Sahabat yang tak mungkin ada yang menggantikannya, yakinlah itu.


Saat ini, selama sebulan lebih ini. Sampai hari ini, sudah sebulan saya merasakan dipertemukan banyak teman ku yang awalnya saya tidak pernah bertemu dengan mereka sebelumnya. Saya merasa ada waktu yang mengejarku, serasa ingin menghabiskan waktu yang tersisa dengan bertemu sahabatku dan keluargaku semua. Ingin memperbaiki yang ada, segala kesalahan masih banyak yang perlu diperbaiki lagi. Intropeksi diri itulah yang harus dilakukan dari sekarang, ini mungkin sebuah curhatan atau sekedar tulisan yang semoga menyadarkan kita untuk menghargai keberadaan sahabat kita, kesempatan yang diberi oleh Allah lakukanlah yang terbaik dan kematian itu tak tahu kapan datangnya. Semoga ini bisa menginspirasi kita semua, “Terima Kasih”

Terima Kasih Yah Sayang

Setiap orang memiliki hari ulang tahun, yang dirayakan oleh setiap orang saat tanggal kelahirannya. Namun, berbeda dengan Zain. Zain yang sekarang memiliki seorang istri dan seorang anak perempuan yang berumur 6 tahun yang bernama sheina, tidak pernah merayakan ulang tahunnya. Sampai umurnya yang sekarang menginjak 31 tahun, tak ada seorang pun yang pernah mengucapkan selamat ulang tahun padanya bahkan dari istrinya pun tidak pernah. Dia pun tidak pernah protes kepada siapa pun, ia menghargai kembalinya ia ke hari lahirnya sebagai kesyukuran kepada Tuhan. Ia tak ingin merepotkan siapa pun dengan memaksa mereka mengucapkan selamat ulang tahun, dia menganggap ulang tahun itu cukup dengan bertambahnya usia sebagai nikmat dari Tuhan.

Tepat hari ini, adalah ulang tahunnya. Istrinya seperti biasa tidak pernah menganggap hari itu istimewa, namun halnya berbeda pada anaknya. Anaknya pada hari ini sangat rewel membuat ibunya marah, padahal ibunya sedang memasak, ketika ditanya ia tak menjawab maunya apa. Sedangkan zain sedang sibuk mencari KTP nya yang hilang sejak pagi, dia pun bertambah pusing karena ia  dua kondisi ini memaksanya untuk menangani dua hal sekaligus mencari ktpnya atau membuat anaknya diam terlebih dahulu. Akhirnya Zain memutuskan membujuk anaknya itu, dia pun mengajak anaknya itu duduk dipangkuannya.

“Sheina, sini nak” ajak Zain, Anaknya pun itu sekejap terdiam, namun ada sedikit embun di matanya.
“Iya, Ayah” Kata sheina
“Ada apa? Kok rewel hari ini?” Kata Zain lembut
“Sheina marah sama ibu, jadi sheina mau ganggu ibu” Kata Sheina cemberut
“Kok anak cantik ayah, begini? Ada apa?” Kata Zain bingung
“Sheina marah sama ibu, karena tidak pernah rayain ulang tahun Ayah” Kata Sheina cemberut
“Eh?” Kata yusuf kaget

Tiba-tiba piring yang ada di tangan istri zain terjatuh, dimata Istri Zain terlihat embun dengan wajah yang lesuh. Zain dan anaknya kaget, mereka tak menyangka hal itu terjadi. Zain segera mendekati istrinya itu diikuti sheina, di luar dugaan istri zain memeluk Zain dan anaknya.

“Maafin ibu yah Ayah, Sheina maafin Ibu!!” Kata Istri zain, yang akhirnya embun di matanya telah menjadi tangis.
“Maafin untuk apa bu?” kata Zain bingung dan sekejap sheina juga menangis dalam pelukan mereka.
“ibu selalu lupa ulang tahun ayah, dan tidak pernah merayakannya dengan sheina” Kata istri zain
“Tak apa bu, semuanya bisa dirayakan kapanpun” kata zain tersenyum dan melepas pelukan kedua orang terkasihnya itu
“Maafin bu, Maafin yah ayah?” Kata Sheina yang masih tertangis
“Sheina tidak salah kok nangis? Senyum dong..!!” Hibur Zain kepada anaknya itu


Sheina akhirnya tersenyum, Zain memaafkan kelupaan istrinya dengan ulang tahunnya. Dia pun menanyakan kepada sheina, perihal sheina mengetahui tanggal ulang tahunnya darimana?. Ternyata sheina mendapat tanggal kelahiran ayahnya dari KTP ayahnya yang terjatuh di kamar, sheina berencana menunjukkan KTP itu kepada ibunya namun ibunya tidak peduli sehingga ia marah dan mengganggu ibunya yang sedang bekerja di dapur. Zain tak bisa berucap lagi, Istrinya pun meminta maaf kepada suami dan anaknya itu. Zain menatap kedua orang yang disayanginya itu dan menjelaskan kesyukuran yang sangat ingin ia ucapkan bukanlah kesyukuran merayakan ulang tahun namun keberadaan merekalah yang membuatnya bahagia dalam kondisi apapun. Di akhir kata-katanya ia pun mencium kening keduanya, dan mengucapkan “Terima Kasih Ya Sayang”

Waktu telah berubah, Biarlah Jadi sejarah

2 Tahun yang Lalu - Hari yang lelah, seharian lelah kuliah di kampus. Selama tiga setengah tahun kuliah di makassar akhirnya kakakku Ikhlas meminjamkan motornya padaku. Akhirnya bolak balik makassar maros pun harus ku biasakan, walau lelah perlu pembiasaan.
Mengejar deadline skripsi pun dimulai, sambil kerja sambilan. Lelah sih lelah tapi mau gimana lagi? Mahasiswa tingkat akhir seperti saya dengan kuliah dana pas-pas an, inilah kenyataan nya. Sampai-sampai teman-temanku nanya, Kamu tidak capek Pulang balik makassar? Gak apa kok, jawab ku santai.

Tenyata Kuliah itu seakan, cerita kecil hidup manusia. Di sana bertemu sahabat, kadang musuh pun dapat, Tapi kisah yang tak akan pernah terlupakan adalah Cinta. hehe. Bertemu banyak banyak manusia, bersahabat bahkan mendapat pengalaman buruk poun disana. Pernah Tabrak orang lain dan kadangpula ditabrak. Tapi tetap santai.

Pada hari itu, sepulang kuliah. Saya berangkat ke maros, dalam perjalanan ternyata waktu sholat maghrib pun menyapa. Ku lihat daerah sekeliling, ada satu mesjid 20 Meter di sebelah kiri jalan. Namun sebelum Masuk mesjid, ternyata ada semua mobil yang terhenti. Sedikit gesit dari kejauhan ku hindari mobil tersebut lalu masuk dalam pekarangan mesjid. Kuparkirkan motor ku, dan sedikit merapikan pakaian. Ternyata dari gerbang, seorang wanita berjilbab besar turun dari mobil tadi. Tak sengaja berbalik, tenyata wanita itu tersenyum dan berbalik padaku. Saya tak tahu kepada syapa ia tersenyum, saya hanya tersenyum kaku dan speechless.

Wanita berjalan ke samping mesjid itu, saya takut berbalik. Karena cukup pada pandangan pertama itu menjadi pelajaran bagiku, saya pun tak mengenalnya namun Itu sebuah pelajaran tentang menjaga pandangan. Lebih baik ku hentikan pikiran ku tentang wanita itu, ku fokuskan pikiranku untuk sholat maghrib segera. 

Sejak saat itu saya tak pernah bertemu wanita itu lagi, walau saya sering mampir ke mesjid itu. Saya hanya bingung dengan senyuman itu. Namun lebih baik kulupakan. Takdir setiap manusia sudah ada naskahnya, mungkin itu pertemuan pertama dan terakhir. Saat sekarangpun saya sudah melupakan wajah itu, kalo bertemupun sya mungkin tidak mengenalnya.

Wanita itu....

Menunggu lampu merah berganti hijau menjadi rutinitas ku setiap hari, namun suasana berbeda tadi malam. Pada saat menunggu lampu merah tak sengaja ku berbalik ke kiri, ku melihat seorang wanita berjilbab tidak jauh jaraknya dari ku. Wanita itu begitu anggun dengan jilbabnya, walau wanita itu jika diperkirakan umurnya hampir sama dengan ibuku. Wanita itu cantik, karena walau dirinya sudah berumur tapi dengan jilbab dipakainya ibu itu terlihat lebih muda dan cantik. Saya tak tahu pasti, apakah ini manfaat jilbab jika dipakai wanita? Jujur sih wanita lebih cantik jika berjilbab, gak ada salahnya jika saya mengatakan cantik. Karena itu hal yang wajar bagi saya sebagai lelaki, jika melihat wanita itu cantik dalam pandangan saya.


Dirinya dan Sore hari (Untuk Sang Maestro)

Kulihat Hujan di sore ini,
Berjalan lalu terduduk di pematang
Mengenang kisah tentang dirinya

Tak teras hujan terhenti,
Walau harap dirinya ada di sampingku
Ku harap tak lekang oleh waktu

Reff:
Walau dia di tak disampingku,
namun suara dan karyanya begitu menggema di duniaku

Walau begitu lekat kepergiannya,
ku masih bisa membaca setiap bait karyanya.

Tak begitu mudah bagiku melupakannya,
Hingga sore hari menemaniku mengenangnya.


Sederhana namun Rumit, Cinta lagi? Lagi dan Lagi?

Alasan untuk mencintai sangat sederhana, silahkan jika anda ingin menyangkalnya. Jika kita mencintai seseorang kita pun bingung alasannya sendiri, begitulah yang dialami orang kebanyakan. Walau Cinta memiliki alasan sederhana, namun Cinta itu akan terasa berharga jika kita ingin melupakan orang yang kita cintai, ayo ngaku bagi yang ingin melupakan Cinta nya.. he

Saya pun kali ini, tak menyangka menulis tulisan tentang cinta, cinta lagi, cinta lagi dan lagi. Saya tak menyangkal jika pernah menyukai orang lain, tapi saya menggaris bawahinya dengan kata kagum tidak sampai pada kata cinta. Anda menyesal mencintai seseorang? Seharusnya anda tal perlu menyesal karena mencintai seseorang, yang perlu anda sesali jika memberikan cinta anda pada orang yang tak sepantasnya.

Jujur saja, saya tidak pernah membumbuhi kata Cinta dengan pacaran. Karena bagi saya pribadi berpacaran dengan perempuan, saya sama saja menghina kesucian perempuan yang saya sangat sayangi yakni ibu saya sendiri. Mungkin kalian banyak alasan berpacaran, tapi sadarlah jika tingkah laku kalian berpacaran dengan bukan suami atau istri kalian itu, bayangkan jika hal itu terjadi pada kakak atau adik kalian. Bagaimana perasaan anda coba? Ambil langkah pada hari ini, buanglah kata pacaran dalam Cinta kalian. Wahai Wanita, Tantanglah mereka dengan akad nikah, jika mereka (Lelaki) tidak mau. Maka mereka memang hanya bermain-main dengan anda

Cinta itu Indah bagi saya, walau tak seindah bayangan. Insya Allah lebih Indah, eh haha. Saya berusaha semampunya, agar tak ada pacaran dalam hidupku sebelum akad nikah tentunya ^_^. Saya akan bangga nantinya, menyampaikan pada Istriku bahwa anda-lah pacar pertama dalam hatiku. Ea. hehe. Saya merasa geli' sendiri menulis tulisan ini. -_-

Wahai saudara sekalian, Jagalah cinta itu. Cinta itu ibarat air jernih, yang apabila tak terjaga maka akan keruh. Perasaan Cinta itu akan waktunya, Cinta akan berharga walau tersimpan lama ibarat emas, Cinta itu amanah, karena Cinta itu hanya untuk orang yang pantas.

Saya bingung, apalagi yang harus saya tulis tentang Cinta? Cinta itu memiliki alasan sederhana, namun sulit kita jelaskan. Hanya Tuhan yang tahu, alasan kita begitu mencintai seseorang. Semoga menjadi renungan tersendiri. Jika ada salah, silahkan dikoreksi..

Terima Kasih